JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan pemenang lelang perusahaan konsorsium yang akan mengembangkan Pelabuhan Anggrek, Provinsi Gorontalo, dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub selaku penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) menetapkan perusahaan konsorsium PT Anggrek Gorontalo International Terminal sebagai pemenang lelang. Perusahaan ini terdiri atas PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero).
“Kerja sama ini juga meliputi kegiatan bongkar muat barang, peti kemas, curah, dan penyediaan pelayanan jasa terkait kepelabuhanan lainnya sesuai penyelenggaraan proyek KPBU,” ungkap Subagiyo.
Nilai investasi proyek KPBU Pelabuhan Anggrek Gorontalo mencapai Rp 1,4 triliun dan biaya operasional Rp 5,2 triliun dengan jangka waktu 30 tahun. Pelabuhan Anggrek memiliki daya tarik bagi swasta karena potensi hinterland atau wilayah sekitar pelabuhan yang mendukung.
Potensi Hinterland
Pelabuhan Anggrek memiliki potensi hinterland yang mendukung seperti perkembangan komoditas pertanian dan kawasan ekonomi terpadu Gorontalo-Paguyaman-Anggrek-Kwandang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin pengembangan ini dapat meningkatkan konektivitas laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi Gorontalo.
“Kami yakin Pelabuhan Anggrek akan menjadi pelabuhan yang berdaya saing tinggi dan strategis bagi perekonomian Indonesia,” tambah Menhub.