KAI Logistik bersama Gobel Group dan Anak Perusahaannya Teken Nota Kesepahaman Dukung Green Logistic Nasional

Pada Senin, 19 Agustus 2024, Gobel Group bersama kedua anak perusahaannya, PT Panasonic Gobel Indonesia dan PT Gotrans Logistics International, menandatangani nota kesepahaman dengan KAI Logistik untuk meresmikan kemitraan multipihak yang mendukung green logistic di Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Terminal Barang Sungai Lagoa, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengalihkan moda transportasi pengiriman barang dari truk ke kereta api pada rute Jakarta-Surabaya, yang dikelola oleh KAI Logistik dan Gotrans Logistics International. Inisiatif ini sejalan dengan visi jangka panjang Gobel Group untuk mengurangi emisi CO2 pada tahun 2050 dan mendukung Visi Indonesia Emas 2045.

“Kemitraan ini menjadi langkah penting bagi sektor swasta dalam mendukung ekonomi hijau di Indonesia, dengan fokus pada keberlanjutan dan inovasi dalam layanan konsumen,” kata Hiramsyah S. Thaib, President Director & Group CEO Gobel Group.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Hiramsyah S. Thaib (President Director & Group CEO Gobel Group), Heru Santoso (Vice President Director PT Panasonic Gobel Indonesia), Arif Gobel (Direktur PT Gotrans Logistics International), dan Fredi Firmansyah (Direktur Utama KAI Logistik).

“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen global Panasonic untuk mengurangi emisi CO2 dan meningkatkan efisiensi energi dalam produksi,” ujar Heru Santoso, Vice President Director PT Panasonic Gobel Indonesia.

Arif Gobel, Direktur PT Gotrans Logistics International, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari komitmen Gotrans Logistics dalam mengadopsi praktik logistik yang bertanggung jawab secara lingkungan. Menurut Arif, inisiatif ini juga berperan penting dalam strategi efisiensi perusahaan dan mendukung upaya Indonesia menuju lingkungan yang lebih hijau.

Kemitraan ini menawarkan solusi logistik berkelanjutan, termasuk pengalihan moda transportasi dari truk ke kereta api yang dapat mengurangi emisi karbon hingga 70%. Selain itu, inisiatif ini dapat menekan biaya operasional hingga 6% lebih rendah dibandingkan dengan moda transportasi sebelumnya.

“Setiap pengiriman menggunakan kereta api dapat menghemat biaya sebesar Rp745.000 per pengiriman, yang menunjukkan potensi penghematan biaya dan dampak lingkungan yang positif,” tambah Arif Gobel.

Penerapan prinsip ekonomi hijau dalam kerja sama ini diperkirakan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di masa mendatang, diharapkan kemitraan multipihak ini dapat mendorong pertumbuhan PDB rata-rata sebesar 6,3% dari 2025 hingga 2045 dan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan kerja baru pada 2045.

Share this article

Related Articles