Launching & Bedah Buku “Praksis Pancasila, Pengamalan Ideologi di Perusahaan Gobel”

Jakarta – Dalam acara bedah buku “Praksis Pancasila, Pengamalan Ideologi di Perusahaan Gobel,” yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Anggota DPR Rachmat Gobel, sebagai keynote speaker, berbicara tentang peran Pancasila dalam membentuk budaya kerja di perusahaan Gobel. Buku karya Nasihin Masha ini mengulas secara mendalam bagaimana Pancasila diterapkan oleh Thayeb Gobel, generasi awal pengusaha nasional yang mengelola perusahaan Gobel Group.

Dalam sambutannya, Rachmad Gobel menegaskan pentingnya menguasai teknologi sebagai salah satu cara mempertahankan kedaulatan bangsa di era globalisasi. Ia menyatakan, “Dengan menguasai teknologi, kita tidak hanya menjaga daya saing, tetapi juga mempertahankan kekuatan ekonomi Indonesia.” Buku ini, tambahnya, diharapkan bisa memotivasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam berbisnis.

“Beliau seorang yang fokus membangun dengan mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan usahanya,” ujar Yudi Latif, yang turut hadir sebagai pembicara.

Yudi Latif, mantan Kepala BPIP, menggambarkan Thayeb Gobel sebagai tokoh patriotik, positif, dan progresif. Ia merasa bahwa buku ini memberikan perspektif baru tentang penerapan sila kelima Pancasila, yang selalu sulit diwujudkan. Buku ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, nilai-nilai Pancasila dapat diaplikasikan dalam manajemen perusahaan untuk mendukung kesejahteraan bersama.

Thayeb Gobel Sebagai Inspirasi Patriotisme Modern

Yudi menambahkan bahwa Thayeb Gobel menerapkan tiga syarat agar Pancasila dapat disebut sebagai ideologi hidup dalam perusahaan: pertama, memiliki pandangan masyarakat ideal; kedua, terjadi pelembagaan sosial; dan ketiga, adanya tujuan kesejahteraan. “Tiga hal ini sudah diwujudkan oleh Pak Thayeb,” kata Yudi.

Selain Yudi, hadir pula tokoh-tokoh lain seperti Rektor UMJ, Prof. Ma’mun Murod, yang mengapresiasi usaha Rachmat Gobel untuk memperkenalkan Pancasila dalam budaya perusahaan, serta Gubernur Akademi Bela Negara, Mayjen TNI Purn IGK Manila, yang menyebut buku ini sebagai teladan bagi generasi penerus dalam menjaga nilai-nilai ideologis bangsa di dunia bisnis. Buku ini juga mendapat pujian sebagai karya inspiratif bagi mahasiswa dan kaum muda.

Menghadapi Tantangan Globalisasi dengan Pancasila

Thayeb Gobel tidak hanya menerapkan Pancasila sebagai dasar manajemen, tetapi juga sebagai prinsip patriotisme modern, di mana ia berupaya memperkenalkan inovasi dan daya saing melalui penguasaan teknologi. Yudi menekankan bahwa dalam konteks globalisasi, keahlian teknologi tidak boleh lepas dari nilai-nilai moral dan budaya lokal, seperti yang dicontohkan oleh perusahaan Gobel Group.

Prof. Ma’mun Murod menekankan pentingnya integritas dalam pengembangan bisnis dengan pendekatan Pancasilais, di mana perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga berperan aktif dalam kesejahteraan masyarakat. Dalam kata-katanya, ia menyebut, “Keteladanan dari perusahaan Gobel ini bisa menjadi inspirasi bagi pemimpin bisnis lain untuk tetap memegang teguh nilai-nilai nasionalisme dan kemanusiaan di tengah tantangan ekonomi global.”

Share this article

Related Articles